Jumat, 10 Juli 2009

Bila Anak Sembelit



Bayi Atau Balita mengalami sembelit harus ditangani dengan benar dan penuh kelembutan. Orangtua tak perlu ikut panik.
Jika buah hati anda mengalami sembelit atau susah buang air besar (BAB) sebaiknya jangan sembarangan memberi obat pencahar padanya. Bisa-bisa salah kejadian. Yang perlu dilakukan adalah melacak penyebab sulit BAB itu sendiri terlebih dahulu. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan tindakan terhadap anak yang mengalami hal tersebut. Para ahli menegaskan beberapa hal yang merupakan pertanda sulit BAB.
Pertama, frekuensi BAB anak berkurang. Jika anak BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu, hal ini patut dicurigai sebai pertanda ia mengalami sembelit. Kedua, jika saat BAB dia tampak tegang dengan paras wajah merah, atau menangis. Itu artinya dia benar-benar mengalami sulit BAB. Ketiga, feses atau tinja anak keras, kering dan berukuran besar, sehingga sulit keluar.
Dikatakan para ahli, kotoran yang tidak keluar dapat menumpuk dan menyumbat usus bagian bawah. Jika Anda peka, kondisi itu dapat dirasakan dengan cara meraba perut si anak. Apabila terasa ada benjolan di daerah perut sebelah kiri bagian bawah itu berarti fesesnya keras. Jika hal ini berlangsung terlalu lama, kotoran dapat membusuk dan menimbulkan gas, sehingga mengakibatkan anak menjadi kembung.
Ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan sembelit pada anak. Jika anak Anda masih bayi dan dia mengkonsumsi susu formula, jangan kaget jia dia sering mengalami sembelit. Karena hasil penelitian penelitian membuktikan, bayi yang minum susu formula memang lebih sering mengalami sembelit. Hal itu terjadi karena susu sapi mememiliki kadar kasein yang lebih tinggidaripada ASI. Kasein merupakan protein yang sulit dicerna usus bayi.
Pada anak yang lebih besar, penyebab sembelit umumnya terjadi karena mengkonsumsi makanan yang kurang serat, kurang cairan, juga kurang gerak badan. Atau juga bisa karena sering menahan BAB.
Jika sembelit pada anak telah berlangsung lebih dari empat minggu, ada kemungkinan dia mengalami sembelit kronis. Kalau anak anda mengalami kondisi seperti itu, tak ada cara lain keuali segera membawanya ke dokter.
Apabila tidak berada dalam kondisi itu, langkah bisa dilakukan orangtua untuk mengatasinya dengan cara menekuk kedua pahanya ke arah perut bagi bayi. Tindakan ini dilakukan untuk meningkatkan tekanan di dalam perut. Sehingga menyebabkan feses atau tinja terdorong keluar. Kemudian lakukan pijatan untuk merangsang keinginan BAB pada bayi. Caranya, pijat bagian bawah pusar dengan lembut dan konstan selama kurang lebih tiga menit.
Bagi anak yang sudah besar, beri ia buah ataupun jus buah yang banyak mengandung serat. Nah, barulah Anda ke dokter jika langkah-langkah tersebut tidak membuahkan hasil.
Karena sembelit maembuat anak menderita, sakit saat BAB, langkah yang paling tepat untuk dilakukan adalah mencegah atau menghidarkan si buah hati dari dari gangguan itu. Para ahli menyarankan agar ibu memberi ASI minimal selama 6 bulan. Jikapun terpakasa memberi susu formula, sebaiknya berkonsultasilah ke dokter sebelum memutuskan jenis atau merek susu yang dipilih. Langkah ini penting agar susu yang dipilih tepat, sehat dan benar-benar disukai si buah hati, selain tentu tak membuatnya sembelit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar